Subsidi Listrik 900 VA dicabut

BANDUNG, (PR).- Mulai 1 Mei ini subsidi tarif tenaga listrik (TTL) pelanggan rumah tangga mampu (RTM) 900 Volt Ampere (VA) kembali dicabut sebesar 30%. Ini adalah fase akhir dari tiga tahapan realisasi pencabutan subsidi golongan pelanggan tersebut.
Demikian diungkapkan Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN (Persero), I Made Suprateka, saat dihubungi, Senin, 1 Mei 2017. Total ada sekitar 18,7 juta pelanggan RTM 900 VA secara nasional yang subsidi listriknya dicabut. Di Jabar, jumlahnya 3,8 juta pelanggan.
“Jadi kami tegaskan, 1 Mei tidak ada kenaikan tarif listrik, tapi itu merupakan fase ketiga dari penerapan subsidi tepat sasaran untuk golongan 900 VA,” katanya.
Pencabutan subsidi listrik tersebut didasari Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (Permen ESDM) Nomor 28 Tahun 2016 tentang tarif tenaga listrik PT PLN (Persero). Peraturan tersebut mengatur penerapan tarif nonsubsidi bagi rumah tangga daya 900 VA yang mampu secara ekonomi
Berdasarkan Permen ESDM tersebut, tarif listrik golongan pelanggan RTM 900 VA akan menjadi Rp 791/kWh per 1 Januari. Kemudian, akan menjadi Rp 1.034/kWh pada 1 Maret dan 1 Mei tarifnya berubah lagi menjadi Rp 1.352/kWh. 
"Mulai 1 Juli 2017 tarif listrik pelanggan rumah tangga mampu 900 VA akan mengikuti mekanisme tarif adjustment, naik turun sesuai pergerakan rupiah, harga minyak mentah, dan inflasi," ujar Made.
Seperti diketahui sebelumnya seluruh pelanggan rumah tangga 900 VA mendapat subsidi pemerintah sekitar Rp 800 per kilo Watt hours (kWh). Pelanggan rumah tangga tidak mampu 900 VA tetap membayar tarif listrik subsidi, sebesar Rp 585 per kWh.

Tambah Pelanggan

Sementara itu, tahun ini PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat (Disjabar) menargetkan untuk menambah 761.095 pelanggan. Target pertumbuhan pelanggan tersebut naik 22,8% dari realisasi 2016 yang mencapai 619.680 sambungan.
General Manajer PLN Disjabar, Iwan Purwana, mengatakan, hingga akhir Maret lalu sudah terealisasi penambahan pelanggan sebanyak 160.356 sambungan (21,07%). Total jumlah pelanggan PLN Disjabar pada akhir Maret 2017 sebanyak 12.667.565 sambungan.
Iwan mengatakan, jumlah pelanggan terbesar di PLN Disjabar adalah kelompok rumah tangga 11.887.688 sambungan. Disusul kelompok bisnis 441.143 pelanggan, sosial 251.723 pelanggan, pemerintah 72.066 pelanggan, dan industri 14.149 pelanggan. 
"Jumlah pelanggan terbesar ada di Area Bekasi 1.487.148 pelanggan, Cirebon 1.420.065 pelanggan, dan Tasikmalaya 1.176.822 pelanggan," kata Iwan.
Untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik dan mendukung penambahan jumlah pelanggan tersebut, dikataan Iwan, PLN Disjabar berencana melakukan investasi berupa penambahan dan peningkatan trafo. Selain itu juga akan menambah panjang jaringan dan mengganti jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dan Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR).
"Total investasi yang diproyeksikan sebesar Rp 3,1 triliun. Untuk listrik desa dialokasikan sebesar Rp 197 miliar," tutur Iwan.***
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2017/05/01/1-mei-subsidi-listrik-900-va-kembali-dicabut-400211

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel